<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329</id><updated>2011-07-08T06:50:07.345-07:00</updated><title type='text'>santrisiana</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-8385454296640051425</id><published>2009-07-13T17:16:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T17:25:42.940-07:00</updated><title type='text'>Pagar Rumah</title><content type='html'>Seorang tamu datang ke rumah kiai dengan maksud mencari pagar rumah biar tidak dimasuki oleh pencuri. &lt;br /&gt;"Ngapunten, Pak Kiai. Apakah sudilah Pak Kiai memberi pagar rumah saya agar tidak dimasuki maling," kata orang tersebut. &lt;br /&gt;"Lho, rumahmu kan sudah dipagar tembok. Ada kaca di atas tembok plus kawat berduri yang dialiri strom 220 volt kan?" tanya Pak Kiai. &lt;br /&gt;"Benar, Pak Kiai. Tapi maksud saya pagar yang Islami." (Maunya dirajah atau apa kek namanya). "Biar kalau ada maling masuk tidak bisa keluar.&lt;br /&gt;"Wah, kalau yang begituan saya gak punya," kata Pak Kiai ringan. Tamu itu kelihatan kecewa. "Pak Kiai ini memang kiai gadungan atau kiai pelit ilmu ya?" Begitulah yang terpikir di pikirannya yang kotor alias ngeresssss. &lt;br /&gt;"Tapi saya punya ilmu bagaimana agar maling masuk ke dalam rumahmu bisa keluar rumah tanpa membawa apapun juga," kata Pak Kiai mengobati kekecewaan tamunya.&lt;br /&gt;"Benarkah Kiai? Yah, yang begituan yang saya inginkan." &lt;br /&gt;"Bagaimana caranya dan berapa bisyarahnya?" &lt;br /&gt;"Caranya jangan masukkan ke dalam rumahmu barang berharga yang diminati orang lain. Ntar kalau ada maling masuk ndak minat sama barangmu dia akan keluar tanpa membawa apa-apa?"&lt;br /&gt;"Ahhhhhhh?" capek deh. &lt;br /&gt;posted by Muhammad Syafii Masykur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-8385454296640051425?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/8385454296640051425/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=8385454296640051425' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/8385454296640051425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/8385454296640051425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/07/pagar-rumah.html' title='Pagar Rumah'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-6446770655902187957</id><published>2009-07-13T17:06:00.000-07:00</published><updated>2009-07-13T17:14:49.639-07:00</updated><title type='text'>Kiat Agar Cita-cita Tercapai</title><content type='html'>Suatu sore seorang kiai didatangi oleh seorang tamu. Biasa, untuk curhat. "Pak Kiai, apa sich resep seseorang agar cita-citanya tercapai?" &lt;br /&gt;"Ah, itu sich mudah," kata Kiai.&lt;br /&gt;Benarkah?" tanya tamu itu.&lt;br /&gt;"Ya, bahkan untuk mencapai lebih dari sekedar cita-citamu pun juga tidak sulit sebenarnya. Asalllll...."&lt;br /&gt;"Asal apa Pak Kiai?"&lt;br /&gt;"Asal kamu tahu rahasianya?" &lt;br /&gt;"Memang rahasianya apa sich?"&lt;br /&gt;"Kamu jangan bercita-cita muluk. Jangan punya cita-cita setinggi langit. Nanti kamu gak bisa meraihnya. Bercita-citalah yang wajar. Wajar, tapi mulia." &lt;br /&gt;"Contohnya apa, Pak Kiai?"&lt;br /&gt;"Bercita-citalah jadi muadzin, bercita-citalah jadi orang yang mau bersih-bersih masjid. Ini, cita-cita mulia mudah meraihnya, dan besar pahalanya. Iya to?"&lt;br /&gt;Tamu itu hanya garuk-garuk kepala lalu pamit dan ngeloyor pergi. Yah, maklum zaman sudah materialistis. Semua diukur dengan materi. Adzan dan membersihkan masjid kan tidak menjanjikan finansial yang menggiurkan?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-6446770655902187957?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/6446770655902187957/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=6446770655902187957' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/6446770655902187957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/6446770655902187957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/07/kiat-agar-cita-cita-tercapai.html' title='Kiat Agar Cita-cita Tercapai'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-2927891070668018183</id><published>2009-04-20T18:02:00.000-07:00</published><updated>2009-04-20T18:07:52.342-07:00</updated><title type='text'>Ini kan dalil untuk orang lain</title><content type='html'>"Saudara-saudara, Allah berfirman, kamu tidak mencapai kebajikan yang sempurna sebelum menginfakkan apa yang kalian cintai." Begitulah kata seorang dai dengan bahasa yang menggebu-gebu dan semangat menggelora seperti Bung Karno di zaman dulu. Semua orang mendengarkan dengan seksama. Tidak terkecuali istri Al Mukarram Dai tersebut. Mereka laksana tersihir olehnya.&lt;br /&gt;Malam berikutnya Sang Dai diminta mengisi tabligh di tempat lain. Namun kali ini sang istri tidak bisa ikut karena ada sesuatu yang tidak bisa ditinggalkan (Alasan orang kan biasanya begitu tho?). Ternyata di rumah ada tamu dua orang mahasiswa yang ingin mengundang Sang Dai untuk menyampaikan tabligh akbar di kampus pencetak intelek pencari lapangan kerja. Ya, meskipun yang datang tidak seberapa, tapi kan istilah yang sedang ngetrend sekarang tabligh akbar. Istri Sang Dai ingat kata-kata suaminya. Segera ia menyuruh anak sulungnya untuk menyembelih jago bangkok klangenan sang suami. "Ah, pasti Abi akan bangga kalau aku infakkan ayam kesayangannya ini untuk menjamu tamu," pikirnya sambil tersenyum. &lt;br /&gt;Singkat cerita, masakanpun matang dan istri Sang Dai menyuguhkan tamunya dengan daging ayam klangenan sang suami. Setelah semuanya dirasa cukup, merekapun pulang. &lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian Sang Dai pulang. Dengan penuh kasih dan hormat, istrinya menyambut. Maklumlah, ia adalah sosok istri pendamba surga. "Abi lapar?" tanyanya.&lt;br /&gt;Suaminya mengangguk. Ia pun mengambilkan makan nasi dan daging ayam yang masih ada. Sambil menemani suaminya makan, sang istri bercerita tentang tamu yang mengundangnya untuk tabligh akbar. Suaminya manggut-manggut sambil menikmati daging ayam masakan istrinya. "Kalau saja tiap tamu mbawa makan ayam tiap hari seperti ini, pasti rasanya lebih nikmat," pikirnya. &lt;br /&gt;Pagi harinya, Sang Dai merasa ada sesuatu yang kurang. Yah, ia tidak mendengar kokok ayam jantan klangenannya. Ia mencari kemana-mana tetapi tidak ketemu juga. &lt;br /&gt;"Umi, di mana ayam jago klangenan Abi?" tanyanya kepada istrinya. &lt;br /&gt;"Lha, yang Abi makan tadi malam itu kan si Jago?" kata istrinya.&lt;br /&gt;"Inna lillaahi wa innaa ilahi rooji'uun," kata suaminya sedih. &lt;br /&gt;"Lha, itu bukan ayam bawaan tamu ya Mi? Itu Si Jago" Kok Umi tega-teganya menyembelih binatang kesayangan Abi," kata Sang Dai penuh penyesalan&lt;br /&gt;"Lha, kata Abi kita baru mencapai derajat kebajikan yang sempurna kalau sudah menginfakkan apa yang kita cintai. Lha, saya ingin mencapai derajat itu bersama Abi," kata istrinya menjelaskan maksudnya. &lt;br /&gt;"Umi, umi. Itu kan dalil untuk orang lain, bukan untuk kita."&lt;br /&gt;"Oalah." &lt;br /&gt;Posted by Santri Lajon&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-2927891070668018183?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/2927891070668018183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=2927891070668018183' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/2927891070668018183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/2927891070668018183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/ini-kan-dalil-untuk-orang-lain.html' title='Ini kan dalil untuk orang lain'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-6284100691032759166</id><published>2009-04-08T08:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T08:44:04.431-07:00</updated><title type='text'>Perhatian Caleg Terhadap Pesantren</title><content type='html'>Seorang caleg tengah mengunjungi sebuah pesantren untuk berkampanye. Karena para santri biasanya sami'na wa atha'na, jadi nanti tinggal ngrembuki kiainya saja sudah mendapatkan suara sekian ribu. Maklumlah, santri di pesantren tersebut tidak kurang dari lima ribu orang. "Maaf, Pak. Bagaimana perhatian Bapak dan Partai yang bapak pinpin terhadap dunia pesantren besok?"&lt;br /&gt;"Dari dulu kami sangat memperhatikan dunia pesantren dan besok pun tetap akan memperhatikan dunia pesantren. Lihatlah kaos dan akan kami bagikan. Lihatlah jas yang sekarang kami pakai. Sama bukan, dengan warna kitab kalian?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dipun kentun dening Bapakipun Hasna kalian Farhan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-6284100691032759166?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/6284100691032759166/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=6284100691032759166' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/6284100691032759166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/6284100691032759166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/perhatian-caleg-terhadap-pesantren.html' title='Perhatian Caleg Terhadap Pesantren'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-3117396649265850473</id><published>2009-04-08T08:38:00.000-07:00</published><updated>2009-04-08T08:41:53.275-07:00</updated><title type='text'>Perawinya Muslim</title><content type='html'>Dalam sebuah pengajian, ada seorang ustad muda yang menyampaikan beberapa hadis tanpa menyebutkan para perawinya. Maklumlah, sang ustad bukanlah alumni pesantren seperti Lirboyo, Langitan, Tebu Ireng, Gontor, atau yang sejenis. Ustad muda ini adalah hasil didikan sebuah lembaga yang enam bulan menggodog pesertanya untuk menjadi dai-dai profesional. Jamaah pengajiannya pun rata-rata orang awam yang tidak tahu menahu tentang hadis dan seluk beluknya. &lt;br /&gt;Setelah sang ustad selesai menyampaikan taushiyah, dibukalah dialog interaktif. Biar bisa hidup dan wawasan semakin luas, katanya. Salah seorang jamaah yang kebetulan adalah mahasiswa yang sedang rajin-rajinnya belajar ilmu agama mengacungkan jarinya. "Maaf Ustad, saya ingin tanya. Siapa ya para perawi hadis yang telah ustad sebutkan tadi?" &lt;br /&gt;Pertanyaan yang tidak terduga sebelumnya. Sang ustad ini hanya akrab dengan dua nama perawi hadis, Bukhari dan Muslim. Ia pun menjawab, "Kelima hadis yang saya sebutkan tadi perawinya, muslim."&lt;br /&gt;Ada seorang mahasiswa yang kebetulan agak lama nyantri mengacungkan jarinya, "Maaf Ustad, setahu saya hadis pertama tadi perawinya Imam Bukhari, yang kedua Imam Abu Dawud, yang ketiga Imam Ibnu Majah, yang keempat Imam Ibnu Khuzaimah, dan yang kelima Imam Thabrani."&lt;br /&gt;"Lho tapi kan kelimanya tetap juga muslim, tidak ada yang non muslim?" kata Ustadnya tidak mau kalah.&lt;br /&gt;Dipun serat dening Mas Pii&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-3117396649265850473?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/3117396649265850473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=3117396649265850473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/3117396649265850473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/3117396649265850473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/perawinya-muslim.html' title='Perawinya Muslim'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-283793575663411611</id><published>2009-04-07T08:28:00.001-07:00</published><updated>2009-04-07T08:28:39.316-07:00</updated><title type='text'>TPA sana sudah maju</title><content type='html'>Pada suatu hari ada pertemuan antara ustadz dan para wali santri untuk membicarakan anak-anak yang mengaji.  Para ustadz ingin membicarakan kwalitas anak-anak yang mengaji agar mereka bisa meningkat. Lalu para wali dipersilahkan mengemukakan usul-usulnya.&lt;br /&gt;“Ustadz, kita harus berfikir bagaimana untuk memajukan TPA ini.”&lt;br /&gt;“Apa saran ibu agar TPA ini bisa maju.”&lt;br /&gt;“Kita harus bisa mencontoh TPA yang  sudah maju.”&lt;br /&gt;“Coba ibu tunjukkan contoh TPA yang sudah maju.”&lt;br /&gt;“Ah, banyak sekali ustadz. TPA di sana, di kampung sana itu maju. Anak yang masuk sudah langsung disuruh membeli seragam bagus, setiap minggu ada sepeda gembira, setiap sebulan mereka piknik, dan di sana bayarnya mahal.”&lt;br /&gt;Dengan suara pelan ustadz itu mengucap, “Astaghfirullahal Azhim.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-283793575663411611?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/283793575663411611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=283793575663411611' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/283793575663411611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/283793575663411611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/tpa-sana-sudah-maju.html' title='TPA sana sudah maju'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-2243008213776123867</id><published>2009-04-07T08:26:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T08:27:13.436-07:00</updated><title type='text'>Menyumbanglah sebanyak-banyaknya</title><content type='html'>Pada suatu hari ada seorang Ustadz berceramah dalam acara penggalian dana demi pembangunan masjid, “Saudara-saudara. Semua orang mati akan terputus amalnya selain tiga. Amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih. Oleh karena itu, janganlah kalian pelit. Nafkahkanlah harta kalian di jalan Allah. Untuk menayntuni fakir miskin, anak yatim, dan apalagi untuk kepentingan masjid. Ingatlah, kalian tidak akan dianggap berbuat baik secara sempurna sebelum kalian menafkahkan apa yang kalian cintai. Mari, kita menyumbang sebanyak-banyaknya dan seikhlas-ikhlasnya untuk masjid yang akan dibangun ini.”&lt;br /&gt;Para pendengar merasa terpana dengan pidato ustadz yang demikian berapi-api. Memang, ustadz yang pidato itu adalah ustadz ternama yang setiap pidato bisa membangkitkan semangat orang.&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian, panitia masjid itu mendatangi rumah sang ustadz untuk mohon sumbangan. Sang ustadz marah-marah dan berkata, “Kemarin lusa, ada panti asuhan minta nsumbangan. Kemarin ada yayasan panti jompo minta sumbangan. Sekarang panitia masjid minta sumbangan. Besok pasti ada orang ngamen minta uang. Lha kalau setiap hari ada orang minta sumbangan, habis uangku.” Mendengar jawaban itu, panitia masjid bertanya, “Maaf, Pak ustadz, bukankah kemarin Pak Ustadz yang menganjurkan para pendengar pengajian untuk beramal sebanyak-banyaknya?” &lt;br /&gt;“Lha ya itu yang bikin saya heran. Masak sudah aku bilang tiap orang harus beramal banyak dan ikhlas kok masih belum tergugah juga. Coba kalau misalnya yang hadir kemarin ada lima ratus orang dan masing-masing orang menyumbang lima ratus ribu. Nanti kan sudah cukup untuk bangun masjid tanpa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;posted by Syafii Masykur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-2243008213776123867?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/2243008213776123867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=2243008213776123867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/2243008213776123867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/2243008213776123867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/menyumbanglah-sebanyak-banyaknya.html' title='Menyumbanglah sebanyak-banyaknya'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-1149954781083400643</id><published>2009-04-07T08:22:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T08:24:15.982-07:00</updated><title type='text'>Ikhlas Memberi</title><content type='html'>Pada suatu hari ada seorang yang miskin sedang terbaring sakit. Seluruh keluarga menungguinya, termasuk anaknya yang menjadi kembang desa di sana. Meskipun orang tersebut sakit parah dan sepertinya mendekati ajal, namun ia tidak dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik. Dalam keadaan yang demikian, salah seorang tetangga mereka yang super pelit datang menjenguk. Maklumlah, tetangga kaya namun super pelit itu mengincar anak gadis si sakit.  Ia berkata, “Sudahlah Pak. Semestinya bapak ini dirawat saja di rumah sakit. Ini, saya bawakan uang untuk periksa.” &lt;br /&gt;“Terima kasih Nak. Namun, ongkos ke rumah sakit mahal dan tidak ada yang bisa dijadikan tambahan nanti jika kurang,” jawab si sakit.&lt;br /&gt;“Ah, kalau masih kurang, ini saya berikan tambahan,” kata si kaya yang pelit itu. Agaknya ia ingin memanfaatkan kesempatan di dalam kesempitan. Ia ingin agar si kaya berwasiat agar putrinya mau menikah dengannya. &lt;br /&gt;Orang yang sakit bertanya, “Nak, mungkin ini sudah bisa menyembuhkan penyakitku. Hanya saja, apakah kamu benar-benar ikhlas memberikannya kepadaku.”&lt;br /&gt;“Oh benar Pak. Saya memberikannya dengan tulus ikhlas tanpa ada satu pamrih apapun. Yang penting bapak lekas sembuh.” &lt;br /&gt;“Baiklah kalau demikian. Ketahuilah Nak. Sebenarnya aku sakit karena memusingkan biaya penikahan anakku yang sudah disepakati bulan depan. Nah dengan uang ini, anakku bisa menikah walaupun dengan sesederhana mungkin. Maklumlah keluarga calon mantuku juga orang melarat. Nah sekarang aku sudah sembuh kok.” Si sakit itu berdiri dengan kokohnya tanpa ada tanda-tanda bahwa ia sakit keras. Sementara itu, ‘dermawan mendadak’ itu hanya bisa melongo tanpa bisa berkata apa-apa.&lt;br /&gt;Posted by Farhan's father&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-1149954781083400643?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/1149954781083400643/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=1149954781083400643' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/1149954781083400643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/1149954781083400643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/ikhlas-memberi.html' title='Ikhlas Memberi'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-482040357875044138</id><published>2009-04-07T08:18:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T08:20:42.746-07:00</updated><title type='text'>Hendaklah Selalu Berkata Jujur</title><content type='html'>Seorang ibu berkata kepada anaknya, “Anakku hendaklah kamu senantiasa berkata jujur. Orang jujur dicintai Allah dan orang yang pendusta dibenci Allah.”&lt;br /&gt;Anaknya bertanya, “Kalau kejujuran itu merugikan kita bagaimana, Bu?”&lt;br /&gt;“Kamu harus tetap jujur. Rasulullah Saw bersabda yang artinya Katakanlah yang benar walaupun pahit.”&lt;br /&gt;Selesai berkata demikian, ibu itu melihat tukang kredit dari kejauhan. Ia ingat bahwa kreditannya masih belu lunas dan hari ini adalah jadwalnya mengangsur sedangkan dirinya tidak mempunyai uang. Ia segera berkata kepada anaknya, “Nak, kalau bapak tukang kredit itu datang katakan ibu sedang pergi saja ya? Ibu akan bersembunyi di kamar.”&lt;br /&gt;Demikianlah, ibu itu segera bergegas ke kamarnya agar tukang kredit tidak mengetahuinya. Tidak beberapa lama tukang kredit pun datang dan bertanya kepada anak kecil itu. “Nak, ibumu ada di rumah?”&lt;br /&gt;“Pak, ibu tadi menyuruh saya kalau bapak datang saya harus bilang kalau ibu sedang pergi. Karena saat ini ibu bersembunyi di kamar.”&lt;br /&gt;posted by Muhammad Syafii Masykur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-482040357875044138?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/482040357875044138/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=482040357875044138' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/482040357875044138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/482040357875044138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/hendaklah-selalu-berkata-jujur.html' title='Hendaklah Selalu Berkata Jujur'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-5357326607888353440</id><published>2009-04-07T08:15:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T08:16:50.520-07:00</updated><title type='text'>kejujuran seorang pedagang</title><content type='html'>Pada suatu hari ada seorang laki-laki yang hendak membeli buah mangga. Ia bertanya kepada penjual mangga tersebut, “Bu, mangganya manis-manis atau tidak?”&lt;br /&gt;“Oh, manis-manis Mas. Di sini kami hanya mangga manis yang saya jual.”&lt;br /&gt;“Ah sayang, mengapa mangga di sini semua manis-manis ya?”&lt;br /&gt;“Memangnya yang Mas ingini yang bagaimana?”&lt;br /&gt;“Saya ingin mangga yang kecut. Maklumlah, saat ini istri saya sedang hamil muda, nyidam”&lt;br /&gt;“Oh mangga yang kecut. Kalau begitu ini saja Mas. Mangga ini kecut-kecut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikirim oleh Muhammad Syafii Masykur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-5357326607888353440?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/5357326607888353440/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=5357326607888353440' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/5357326607888353440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/5357326607888353440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/kejujuran-seorang-pedagang.html' title='kejujuran seorang pedagang'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-1151157786688797517</id><published>2009-04-07T08:12:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T08:14:18.505-07:00</updated><title type='text'>Masjid dulu dan masjid sekarang</title><content type='html'>Pada suatu hari ada seseorang bertanya kepada seorang kiai. “Pak Kiai mengapa orang yang shalat berjamaah semakin hari semakin sedikit? Bukankah jumlah penduduk Indonesia semakin hari pertambahannya semakin pesat dan masjid-masjid semakin besar dan semakin bagus?&lt;br /&gt;“Soalnya, kalau dahulu setiap peresmian masjid dikatakan: “Saudara-saudara, kita telah selesai membangun masjid. Mari kita gunakan masjid ini untuk shalat berjamaah.” Kalau pada zaman sekarang setelah selesai membangun masjid dikatakan: “Saudara-saudara, kita telah selesai membangun masjid. Silakan saudara-saudara gunakan masjid ini untuk shalat berjamaah. Jadi, ya zaman sekarang orang hanya bisa saling mempersilakan dan saling menganjurkan.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-1151157786688797517?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/1151157786688797517/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=1151157786688797517' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/1151157786688797517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/1151157786688797517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/masjid-dulu-dan-masjid-sekarang.html' title='Masjid dulu dan masjid sekarang'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-2445032024537966390</id><published>2009-04-07T08:03:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T08:12:25.209-07:00</updated><title type='text'>Dua puluh Persen</title><content type='html'>Pada suatu hari ada kampanye dialogis yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Ada yang menjadi pedagang, ada yang menjadi petani, ada yang menjadi guru, dan bahkan ada juga seorang purnawirawan yang hadir. Setelah capres itu menawarkan program-programnya, moderator mempersilakan orang-orang untuk bertanya. Seorang petani bertanya kepada capres tersebut, “Pak, saya hanya petani miskin yang hanya mempunyai sepetak sawah. Penghasilan lain tidak ada. Jika bapak jadi presiden, berapakah anggaran untuk membantu kami para petani kecil ini agar bisa berkembang?”&lt;br /&gt;Dengan mantap dan singkat capres tersebut berkata, “Dua puluh persen.”&lt;br /&gt;“Pak, jika bapak menjadi presiden, berapa anggaran memberi bantuan kepada kami, para nelayan?” &lt;br /&gt;Dengan mantap dan singkat capres tersebut berkata, “Dua puluh persen.”&lt;br /&gt;Pak, jika bapak menjadi presiden, berapa anggaran bapak untuk pendidikan?” tanya seorang guru.&lt;br /&gt;“Duapuluh persen,” jawabnya semakin mantap.&lt;br /&gt;“Pak, sekarang banyak jalan macet. Kendaraan semakin lama semakin banyak. Kalau bapak jadi presiden, berapa anggaran bapak untuk membiayai sarana transportasi?” tanya seorang sopir bis.&lt;br /&gt;“Dua puluh persen.”&lt;br /&gt;“Pak, Indonesia sering dilecehkan oleh bangsa asing. Itu karena angkatan perang kita tidak memiliki persenjataan yang hebat. Jika bapak menjadi presiden, berapa jatah anggaran untuk persenjataan dan angkatan perang kita yang harus menjaga bumi pertiwi ini dari Sabang sampai Merauke?” tanya seorang anggota ABRI.&lt;br /&gt;“Dua puluh persen.”&lt;br /&gt;“Pak, sekarang terjadi krisis moral. Semua itu karena masyarakat kurang mengamalkan ajaran agama. Berapa anggaran yang Bapak keluarkan untuk kegiatan keagamaan jika kelak Bapak jadi presiden?”tanya seorang ustad. &lt;br /&gt;“Duapuluh persen,” jawabnya.&lt;br /&gt;“Pak, berapa persen total anggaran yang akan Bapak keluarkan untuk membangun negeri ini, jika kelak bapak yang terpilih menjadi presiden?”&lt;br /&gt;“Ya, itu tergantung kepada aspirasi rakyat. Kalau rakyat minta anggarannya tinggi ya sampai lima ratus persen pun tidak masalah.”&lt;br /&gt;Semua orang yang mendengar terbengong-bengong. &lt;br /&gt;Dikirim oleh Syafii&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-2445032024537966390?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/2445032024537966390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=2445032024537966390' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/2445032024537966390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/2445032024537966390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/humor.html' title='Dua puluh Persen'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-539203343081325541</id><published>2009-04-04T07:32:00.000-07:00</published><updated>2009-04-07T08:25:31.787-07:00</updated><title type='text'>Apa Arti Poli</title><content type='html'>Saat mengerjakan PR pelajaran Bahasa Indonesia seorang anak bertanya kepada mamanya, "Ma, apa sih makna poli itu?" &lt;br /&gt;"Poli itu maknanya banyak atau lebih dari satu," jawab mamanya.&lt;br /&gt;"Tetapi kata poli harus diikuti oleh kata yang lain. Misalnya, politeisme artinya keyakinan banyak Tuhan, poligami artinya laki-laki yang memiliki banyak istri, poliandri artinya wanita yang memiliki banyak suami,"  kata mamanya.&lt;br /&gt;"Lha, kalau papa itu di sebut politikus maksudnya…..?"&lt;br /&gt;posted by Hasna's father&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-539203343081325541?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/539203343081325541/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=539203343081325541' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/539203343081325541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/539203343081325541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2009/04/apa-arti-poli.html' title='Apa Arti Poli'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-7380668500216271848</id><published>2008-09-12T21:19:00.000-07:00</published><updated>2008-09-12T21:22:20.402-07:00</updated><title type='text'>Siapa yang Paling Berani</title><content type='html'>Di atas geladak kapal perang US Army tiga pemimpin negara sedang "berdiskusi" tentang prajurit siapa yang paling berani. Eh kebetulan di sekitar kapal ada hiu-hiu yang sedang kelaparan lagi berenang mencari makan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bill Clinton: Kalau Anda tahu ... prajurit kami adalah yang terberani di seluruh dunia ... Mayor .. sini deh ... coba kamu berenang keliling ini kapal sepuluh kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayor: (walau tahu ada hiu) siap pak, demia "The Star Spangled Banner" saya siap ,,, (akhirnya dia terjun dan mengelilingi kapal 10 kali sambil dikejar hiu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayor: (naik kapal dan menghadap) Selesai pak!!! Long Live America!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Clinton: Hebat kamu, kembali ke pasukan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koizumi: (tak mau ketinggal, dia panggil sang sersan) Sersan! Menghadap sebentar (sang Sersan datang) ... coba kamu keliling kapal ini sebanyak 50 kali ... !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sersan: (melihat ada hiu ... glek ... tapi) for the queen I'am ready to serve!!! (pekik sang sersan, kemudian membuka-buka baju lalu terjun ke laut dan berenang keliling 50 kali ... dan dikejar hiu juga).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sersan: (menghadap sang perdana menteri)  GOD save the queen!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Koizumi: Hebat kamu ... kembali ke tempat ... Anda lihat Pak Clinton ... Prajurit saya lebih berani dari prajurit Anda ... (tersenyum dengan hebat ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur: Kopral ke sini kamu ... (setelah dayang ...) saya perintahkan kamu untuk terjun ke laut lalu berenang mengelilingi kapal perang ini sebanyak 100 kali ... ok?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kopral: Hah ... Anda gila yah ...! Presiden nggak punya otak ... nyuruh berenang bersama hiu ... kurang ajar!!! (sang Kopral pun pergi meninggalkan sang presiden ...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gus Dur: (Dengan sangat bangga) Anda lihat Pak Clinton dan Pak ... Cumi Cumi ... kira-kira siapa yang punya prajurit yang paling BERANI!!! ... Hidup Indonesia ... !!! (mbs)  pingin tau lebih lanjut tentang humor ini klik di &lt;a href="http://news.okezone.com/GUSDUR/index.php/ReadStory/2007/12/25/64/70395/siapa-yang-paling-berani"&gt;sini&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-7380668500216271848?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/7380668500216271848/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=7380668500216271848' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/7380668500216271848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/7380668500216271848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2008/09/siapa-yang-paling-berani.html' title='Siapa yang Paling Berani'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-5577798345225834535</id><published>2008-09-02T18:45:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T19:27:23.954-07:00</updated><title type='text'>Kekonyolan santri</title><content type='html'>Sore itu seperti biasanya sehabis sholat asar, kyai gaul mengajar santri-santrinya di gotakan beliau. Sore itu jadwalnya adalah sorogan kitab kuning (membaca kitab kuning). Beberapa menit kemudian kayai gaul menyimak santri yang nyorog ke (membaca kitab) ke kyai. Tiba-tiba kyai merasa bibirnya kecut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai : Aduh rokok ku mana ya? Bune tolong ambilkan rokokku di tempat biasanya itu loh, sambil siat-siut kyai itu menahan rasa kecut dibibirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyai : rokoknya ndka ada be, habis mungkin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai : O, Yo wis, Kongkon sidadab wae, kon nukokke rokok sing biasane neng warung kotak ( O, Ya udah ,Suruh si dadab aja, suruh belikan rokok yang biasanya diwarung kotak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nyai : Dab-dab tulung tukokke rokok neng warung kotak nggo pak kyai mereke (maju terus ) don’t forget yo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dadab : injih Bunyai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa ancang-ancang si dadab langsung ngacir kayak mo dikasih dut,. Sampai di warung kotak dadab pun lupa, aduh lali aku, rokok e mau opo yo ?( aduh lupa aku, rokoknya tadi apa ya? )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tau weruh nek kyai ki rokoke warnane kuning, opo yo?&lt;br /&gt;(aku pernah lihat kalok kyai itu rokoknya berwarna kuning, apa ya?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nek arep bali wagu, tur isin barang, waduh piye iki ?&lt;br /&gt;(kalo mau balik norak , malu juga, waduh gimana ini?)&lt;br /&gt;Tak takon wae karo bakule ( tak Tanya saja sama penjualnya)&lt;br /&gt;Dadab : Budhe-budhe, rokok sing warnane kuning tur regane murah opo yo ? (rokok yang warnanya kuning dan harganya murah apa ya?)&lt;br /&gt;Bakul : wo lha iki le (o, ini nak) namanya rokok maju-mundur &lt;br /&gt;Dadab : Lha nek sing larang ? ( kalo yang mahal?)&lt;br /&gt;Bakul : iki (ini) rokok maju terus &lt;br /&gt; Iki sak bungkuse regane 20 ribu (ini harganya sebungkus 20 ribu ) piye ? (gimana?)&lt;br /&gt;Dadab : walah larang tenan (walah mahal banget sikik) sik-sik tak pikire ,(bentar-bentar tak piker dulu ) aku tau krungu nek zuhud ki milih barang sing murah-murah sing apik-apik lan sing larang-larang nggo sodakoh. Lha gek iki duwite gur 20 ribu je, piye yo ?&lt;br /&gt;Bismillah keto’e ki , kyai wong zuhud. Tak tukokne iki wae rokok maju mundur mesti kyai seneng banget ki (aku pernah dengar orang zuhud itu memilih barang-barang yang murah-murah, sedangkan yang bagus-bagus dan yang mahal-mahal untuk sodaqoh, trus ini uang nya aja Cuma 20 ribu e , gimana ya? )&lt;br /&gt;Bismillah kelihatannya kyai itu orangnya zuhud kok, tak belikan ini aja rokok ( maju-mundur) wah pasti kyai senang sekali nih) &lt;br /&gt;Dadab : ( aku beli rokok yang maju-mundur ya! ) &lt;br /&gt;Bakul :  o yoh , regane 10 ribu satu bungkus  (o ya ,harganya 10 ribu satu bungkus &lt;br /&gt;Sampai di pelataran pondok, sambil toleh kanan – toleh kiri dan grogi campur minder rokok itu diberikan dadab kepada kyainya &lt;br /&gt;Dadab : ini, rokoknya pak kyai !&lt;br /&gt;Kyai : o yoh matur nuwun yo (o ya makasih ya ) &lt;br /&gt;Tanpa melihat dan membaca bungkusnya kyai itu langsung membuka tali plastik yang melilit di bungkus rokok dan mengambil satu batang dengan segera mnyulutnya, tiba-tiba ada sedikit rasa geli di tenggorokannya, setelah dilihat sesaat kyai pun terkejut sambil berkata &lt;br /&gt;Kyai : cuuaaaapek deeeeh, tadi bukannya aku pesen rokok maju terus dab&lt;br /&gt;Dadab : sambil cengar-cengir and tersipu malu dadabpun mulai berlagak culun, biar kyai gak marah padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar nasib sial, si dadab orangnya agak latah juga . maunya minta maaf e malah bilang cuaaaa pek deeeh  . kontan saja tema-teman disamping dadab yang mendengar percakapan kyai dan santrinya itu membuat teman-temannya tak mampu lagi menahan gelak tawa . mereka tertawa tertawa terpingka-pingkal sambil memegang perutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By : djoke&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-5577798345225834535?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/5577798345225834535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=5577798345225834535' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/5577798345225834535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/5577798345225834535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2008/09/kekonyolan-santri.html' title='Kekonyolan santri'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7166028438209440329.post-463714630199756215</id><published>2008-09-01T11:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-02T19:32:44.679-07:00</updated><title type='text'>TANYA PADA LIA  AMINUDIN</title><content type='html'>Malam senin setelah kegiatan majelis, seorang santri bersama beberapa santri lajon dan juga kyai ngobrol ngalor ngidul tentang banyak hal. Tiba-tiba seorang santri nyletub bertanya kepada kyainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri : Kyai saya pernah baca artikel di sebuah situs katanya ada nabi baru edisi indonesia, namanya musadeq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menghisap rokok dji sam soe ke sukaannya,&lt;br /&gt;Kyai gaul berkata :Trus kenapa?&lt;br /&gt;Santri-santri lajon pun mulai mendengarkan dengan seksama tanya jawab antara santri dan kyai tadi.  &lt;p&gt;Santri : Kok jaman sekarang masih ada ya nabi-nabi baru seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai gaul : dulu juga saya kayaknya  pernah lihat di tv. katanya juga di indonesia sudah ada malaikatnya. itu..tu  Si jeng lia aminudin. Tanya aja ama dia (dengan logat khas kyai gaul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Santri :sambil garu-garuk kepala yang tidak gatal, karena  bingung dengan pernyataan kyai, lalu santri pun membranikan bertanya ke kyai : tanya gimana kyai ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kyai : sambil tersenyum kyaipun menjawab, tanya aja, ma jeng lia. Dia dah kasih wahyu lom sama si musadeq untuk jadi nabi di indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geer , Kontan semua santri yang mendengarkan pernyataan kyai semua tertawa terbahak-bahak mendengarkan pernyataan kyai gaul tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan wajah tersipu malu dan merasa sok tau santripun menjawab.&lt;br /&gt;Santri : oya ya. Si jeng lia itu kan malaikatnya indonesia, jadi saya bisa tanya langsung dengan bahasa indonesia ya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;by : djoke&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7166028438209440329-463714630199756215?l=santrisiana.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://santrisiana.blogspot.com/feeds/463714630199756215/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7166028438209440329&amp;postID=463714630199756215' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/463714630199756215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7166028438209440329/posts/default/463714630199756215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://santrisiana.blogspot.com/2008/09/tanya-pada-lia-aminudin.html' title='TANYA PADA LIA  AMINUDIN'/><author><name>santrisiana</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15871551577317329030</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
