Suatu sore seorang kiai didatangi oleh seorang tamu. Biasa, untuk curhat. "Pak Kiai, apa sich resep seseorang agar cita-citanya tercapai?"
"Ah, itu sich mudah," kata Kiai.
Benarkah?" tanya tamu itu.
"Ya, bahkan untuk mencapai lebih dari sekedar cita-citamu pun juga tidak sulit sebenarnya. Asalllll...."
"Asal apa Pak Kiai?"
"Asal kamu tahu rahasianya?"
"Memang rahasianya apa sich?"
"Kamu jangan bercita-cita muluk. Jangan punya cita-cita setinggi langit. Nanti kamu gak bisa meraihnya. Bercita-citalah yang wajar. Wajar, tapi mulia."
"Contohnya apa, Pak Kiai?"
"Bercita-citalah jadi muadzin, bercita-citalah jadi orang yang mau bersih-bersih masjid. Ini, cita-cita mulia mudah meraihnya, dan besar pahalanya. Iya to?"
Tamu itu hanya garuk-garuk kepala lalu pamit dan ngeloyor pergi. Yah, maklum zaman sudah materialistis. Semua diukur dengan materi. Adzan dan membersihkan masjid kan tidak menjanjikan finansial yang menggiurkan?
Senin, 13 Juli 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar