KAMI MENERIMA SUMBANGAN CERITA DARI TEMAN-TEMAN SANTRI SELURUH INDONESIA. CERITA YANG KAMI MUAT TIDAK MENGANDUNG SARA, MELECEHKAN, PROVOKATIF DAN HAL-HAL NEGATIF LAINNYA, AKAN KAMI CANTUMKAN ASAL PENGIRIM . CERITA YANG DI MUAT ISI DAN CERITA MENJADI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM. KIRIMKAN CERITA KE lidahwali@yahoo.com/djoke_ok@hotmail.com TERIMAKASIH.

Senin, 13 Juli 2009

Kiat Agar Cita-cita Tercapai

Suatu sore seorang kiai didatangi oleh seorang tamu. Biasa, untuk curhat. "Pak Kiai, apa sich resep seseorang agar cita-citanya tercapai?"
"Ah, itu sich mudah," kata Kiai.
Benarkah?" tanya tamu itu.
"Ya, bahkan untuk mencapai lebih dari sekedar cita-citamu pun juga tidak sulit sebenarnya. Asalllll...."
"Asal apa Pak Kiai?"
"Asal kamu tahu rahasianya?"
"Memang rahasianya apa sich?"
"Kamu jangan bercita-cita muluk. Jangan punya cita-cita setinggi langit. Nanti kamu gak bisa meraihnya. Bercita-citalah yang wajar. Wajar, tapi mulia."
"Contohnya apa, Pak Kiai?"
"Bercita-citalah jadi muadzin, bercita-citalah jadi orang yang mau bersih-bersih masjid. Ini, cita-cita mulia mudah meraihnya, dan besar pahalanya. Iya to?"
Tamu itu hanya garuk-garuk kepala lalu pamit dan ngeloyor pergi. Yah, maklum zaman sudah materialistis. Semua diukur dengan materi. Adzan dan membersihkan masjid kan tidak menjanjikan finansial yang menggiurkan?

Tidak ada komentar: