KAMI MENERIMA SUMBANGAN CERITA DARI TEMAN-TEMAN SANTRI SELURUH INDONESIA. CERITA YANG KAMI MUAT TIDAK MENGANDUNG SARA, MELECEHKAN, PROVOKATIF DAN HAL-HAL NEGATIF LAINNYA, AKAN KAMI CANTUMKAN ASAL PENGIRIM . CERITA YANG DI MUAT ISI DAN CERITA MENJADI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM. KIRIMKAN CERITA KE lidahwali@yahoo.com/djoke_ok@hotmail.com TERIMAKASIH.

Selasa, 07 April 2009

Menyumbanglah sebanyak-banyaknya

Pada suatu hari ada seorang Ustadz berceramah dalam acara penggalian dana demi pembangunan masjid, “Saudara-saudara. Semua orang mati akan terputus amalnya selain tiga. Amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih. Oleh karena itu, janganlah kalian pelit. Nafkahkanlah harta kalian di jalan Allah. Untuk menayntuni fakir miskin, anak yatim, dan apalagi untuk kepentingan masjid. Ingatlah, kalian tidak akan dianggap berbuat baik secara sempurna sebelum kalian menafkahkan apa yang kalian cintai. Mari, kita menyumbang sebanyak-banyaknya dan seikhlas-ikhlasnya untuk masjid yang akan dibangun ini.”
Para pendengar merasa terpana dengan pidato ustadz yang demikian berapi-api. Memang, ustadz yang pidato itu adalah ustadz ternama yang setiap pidato bisa membangkitkan semangat orang.
Beberapa hari kemudian, panitia masjid itu mendatangi rumah sang ustadz untuk mohon sumbangan. Sang ustadz marah-marah dan berkata, “Kemarin lusa, ada panti asuhan minta nsumbangan. Kemarin ada yayasan panti jompo minta sumbangan. Sekarang panitia masjid minta sumbangan. Besok pasti ada orang ngamen minta uang. Lha kalau setiap hari ada orang minta sumbangan, habis uangku.” Mendengar jawaban itu, panitia masjid bertanya, “Maaf, Pak ustadz, bukankah kemarin Pak Ustadz yang menganjurkan para pendengar pengajian untuk beramal sebanyak-banyaknya?”
“Lha ya itu yang bikin saya heran. Masak sudah aku bilang tiap orang harus beramal banyak dan ikhlas kok masih belum tergugah juga. Coba kalau misalnya yang hadir kemarin ada lima ratus orang dan masing-masing orang menyumbang lima ratus ribu. Nanti kan sudah cukup untuk bangun masjid tanpa

posted by Syafii Masykur

Tidak ada komentar: