Pada suatu hari ada kampanye dialogis yang dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat. Ada yang menjadi pedagang, ada yang menjadi petani, ada yang menjadi guru, dan bahkan ada juga seorang purnawirawan yang hadir. Setelah capres itu menawarkan program-programnya, moderator mempersilakan orang-orang untuk bertanya. Seorang petani bertanya kepada capres tersebut, “Pak, saya hanya petani miskin yang hanya mempunyai sepetak sawah. Penghasilan lain tidak ada. Jika bapak jadi presiden, berapakah anggaran untuk membantu kami para petani kecil ini agar bisa berkembang?”
Dengan mantap dan singkat capres tersebut berkata, “Dua puluh persen.”
“Pak, jika bapak menjadi presiden, berapa anggaran memberi bantuan kepada kami, para nelayan?”
Dengan mantap dan singkat capres tersebut berkata, “Dua puluh persen.”
Pak, jika bapak menjadi presiden, berapa anggaran bapak untuk pendidikan?” tanya seorang guru.
“Duapuluh persen,” jawabnya semakin mantap.
“Pak, sekarang banyak jalan macet. Kendaraan semakin lama semakin banyak. Kalau bapak jadi presiden, berapa anggaran bapak untuk membiayai sarana transportasi?” tanya seorang sopir bis.
“Dua puluh persen.”
“Pak, Indonesia sering dilecehkan oleh bangsa asing. Itu karena angkatan perang kita tidak memiliki persenjataan yang hebat. Jika bapak menjadi presiden, berapa jatah anggaran untuk persenjataan dan angkatan perang kita yang harus menjaga bumi pertiwi ini dari Sabang sampai Merauke?” tanya seorang anggota ABRI.
“Dua puluh persen.”
“Pak, sekarang terjadi krisis moral. Semua itu karena masyarakat kurang mengamalkan ajaran agama. Berapa anggaran yang Bapak keluarkan untuk kegiatan keagamaan jika kelak Bapak jadi presiden?”tanya seorang ustad.
“Duapuluh persen,” jawabnya.
“Pak, berapa persen total anggaran yang akan Bapak keluarkan untuk membangun negeri ini, jika kelak bapak yang terpilih menjadi presiden?”
“Ya, itu tergantung kepada aspirasi rakyat. Kalau rakyat minta anggarannya tinggi ya sampai lima ratus persen pun tidak masalah.”
Semua orang yang mendengar terbengong-bengong.
Dikirim oleh Syafii
Selasa, 07 April 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar