KAMI MENERIMA SUMBANGAN CERITA DARI TEMAN-TEMAN SANTRI SELURUH INDONESIA. CERITA YANG KAMI MUAT TIDAK MENGANDUNG SARA, MELECEHKAN, PROVOKATIF DAN HAL-HAL NEGATIF LAINNYA, AKAN KAMI CANTUMKAN ASAL PENGIRIM . CERITA YANG DI MUAT ISI DAN CERITA MENJADI TANGGUNG JAWAB PENGIRIM. KIRIMKAN CERITA KE lidahwali@yahoo.com/djoke_ok@hotmail.com TERIMAKASIH.

Selasa, 02 September 2008

Kekonyolan santri

Sore itu seperti biasanya sehabis sholat asar, kyai gaul mengajar santri-santrinya di gotakan beliau. Sore itu jadwalnya adalah sorogan kitab kuning (membaca kitab kuning). Beberapa menit kemudian kayai gaul menyimak santri yang nyorog ke (membaca kitab) ke kyai. Tiba-tiba kyai merasa bibirnya kecut

Kyai : Aduh rokok ku mana ya? Bune tolong ambilkan rokokku di tempat biasanya itu loh, sambil siat-siut kyai itu menahan rasa kecut dibibirnya.

Nyai : rokoknya ndka ada be, habis mungkin?

Kyai : O, Yo wis, Kongkon sidadab wae, kon nukokke rokok sing biasane neng warung kotak ( O, Ya udah ,Suruh si dadab aja, suruh belikan rokok yang biasanya diwarung kotak)

Nyai : Dab-dab tulung tukokke rokok neng warung kotak nggo pak kyai mereke (maju terus ) don’t forget yo!

Dadab : injih Bunyai

Tanpa ancang-ancang si dadab langsung ngacir kayak mo dikasih dut,. Sampai di warung kotak dadab pun lupa, aduh lali aku, rokok e mau opo yo ?( aduh lupa aku, rokoknya tadi apa ya? )

Aku tau weruh nek kyai ki rokoke warnane kuning, opo yo?
(aku pernah lihat kalok kyai itu rokoknya berwarna kuning, apa ya?)

Nek arep bali wagu, tur isin barang, waduh piye iki ?
(kalo mau balik norak , malu juga, waduh gimana ini?)
Tak takon wae karo bakule ( tak Tanya saja sama penjualnya)
Dadab : Budhe-budhe, rokok sing warnane kuning tur regane murah opo yo ? (rokok yang warnanya kuning dan harganya murah apa ya?)
Bakul : wo lha iki le (o, ini nak) namanya rokok maju-mundur
Dadab : Lha nek sing larang ? ( kalo yang mahal?)
Bakul : iki (ini) rokok maju terus
Iki sak bungkuse regane 20 ribu (ini harganya sebungkus 20 ribu ) piye ? (gimana?)
Dadab : walah larang tenan (walah mahal banget sikik) sik-sik tak pikire ,(bentar-bentar tak piker dulu ) aku tau krungu nek zuhud ki milih barang sing murah-murah sing apik-apik lan sing larang-larang nggo sodakoh. Lha gek iki duwite gur 20 ribu je, piye yo ?
Bismillah keto’e ki , kyai wong zuhud. Tak tukokne iki wae rokok maju mundur mesti kyai seneng banget ki (aku pernah dengar orang zuhud itu memilih barang-barang yang murah-murah, sedangkan yang bagus-bagus dan yang mahal-mahal untuk sodaqoh, trus ini uang nya aja Cuma 20 ribu e , gimana ya? )
Bismillah kelihatannya kyai itu orangnya zuhud kok, tak belikan ini aja rokok ( maju-mundur) wah pasti kyai senang sekali nih)
Dadab : ( aku beli rokok yang maju-mundur ya! )
Bakul : o yoh , regane 10 ribu satu bungkus (o ya ,harganya 10 ribu satu bungkus
Sampai di pelataran pondok, sambil toleh kanan – toleh kiri dan grogi campur minder rokok itu diberikan dadab kepada kyainya
Dadab : ini, rokoknya pak kyai !
Kyai : o yoh matur nuwun yo (o ya makasih ya )
Tanpa melihat dan membaca bungkusnya kyai itu langsung membuka tali plastik yang melilit di bungkus rokok dan mengambil satu batang dengan segera mnyulutnya, tiba-tiba ada sedikit rasa geli di tenggorokannya, setelah dilihat sesaat kyai pun terkejut sambil berkata
Kyai : cuuaaaapek deeeeh, tadi bukannya aku pesen rokok maju terus dab
Dadab : sambil cengar-cengir and tersipu malu dadabpun mulai berlagak culun, biar kyai gak marah padanya.

Dasar nasib sial, si dadab orangnya agak latah juga . maunya minta maaf e malah bilang cuaaaa pek deeeh . kontan saja tema-teman disamping dadab yang mendengar percakapan kyai dan santrinya itu membuat teman-temannya tak mampu lagi menahan gelak tawa . mereka tertawa tertawa terpingka-pingkal sambil memegang perutnya.

By : djoke

Tidak ada komentar: